Ketika
ia sudah tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keterangan lebih banyak
lagi tentang kerangka-kerangka tersebut, maka dengan pertanyaan-pertanyaan yang
berputar-putar dikepalanya, Mahesa Jenar melanjutkan perjalanannya ke barat,
menuruni lembah dan mendaki tebing-tebing perbukitan sehingga sampailah ia di
atas puncak pusat kerajaan Prabu Baka.
Dari atas bukit itu Mahesa Jenar melayangkan pandangannya
jauh di dataran sekitarnya. Di sebelah utara tampaklah kumpulan candi yang
terkenal itu, yaitu Candi Jonggrang. Sempat juga Mahesa Jenar mengagumi karya
yang telah menghasilkan candi-candi itu. Menurut cerita, candi-candi yang
berjumlah 1.000 itu adalah hasil kerja Bandung Bandawasa hanya dalam satu malam
saja, untuk memenuhi permintaan Roro Jonggrang. Tetapi ketika ternyata Bandung
Bandawasa akan dapat memenuhi permintaan itu, Roro Jonggrang berbuat curang.
Maka marahlah Bandung Bandawasa. Jonggrang disumpah sehingga menjadi candi yang
ke 1.000.
Candi itu dikitari oleh persawahan yang ditumbuhi
batang-batang padi yang sedang menghijau. Daun-daunnya mengombak seperti
mengalirnya gelombang-gelombang kecil di pantai karena permainan angin.

